Komputer Pintar Google Belajar Main “Starcraft”

Setelah berhasil mengalahkan manusia juara dunia asal Korea Selatan di game tradisional Go, kecerdasan buatan (AI) besutan tim Google DeepMind bersiap mengambil tantangan baru. Kini, AI bikinan perusahaan tersebut coba menaklukkan video game strategi terkenal, Starcraft II.

DeepMind mengumumkan kemitraannya dengan pihak Blizzard selaku pengembang seri game StarCraft dalam konferensi BlizzCon yang berlangsung di Anaheim, AS, hari Minggu (6/11/2016) lalu.

“StarCraft adalah lingkungan pengujian yang menarik untuk riset AI karena memberikan gambaran kacaunya dunia nyata. Kemampuan untuk mengenali lingkungan dan bermain StarCraft dengan baik bisa diterjemahkan ke tugas di dunia nyata,” sebut tim DeepMind, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari ZD Net, Kamis (10/11/2016).

Bermain game komputer merupakan hal yang sulit bagi kecerdasan buatan. Karena tak punya mata, misalnya, AI DeepMind mesti membaca tiap pixel di layar untuk menerjemahkan bentuk unit pemain, kontur peta, dan hal-hal lain dalam StarCraft II.

Terlebih, game sebagai real-time strategy, StarCraft II memiliki gameplay yang kompleks. Pemain mesti memilih salah satu dari tiga ras dalam game yang masing-masing memiliki karakter bereda, lantas mulai membangun markas, menjelajahi peta, dan menyesuaikan strategi dalam waktu bersamaan.

Menurut tim DeepMind, video game merupakan salah satu cara terbaik untuk pengujian dan pengembangan AI. Dalam hal ini StarCraft yang disebut sebagai “puncak video game kompetitif satu lawan satu” menyediakan lingkungan yang ideal.

“DeepMind memiliki misi untuk mendongkrak batasan AI, mengembangkan program yang bisa belajar untuk memecahkan masalah kompleks tanpa perlu diberitahukan caranya,” ujar tim Deepmind.

“Game adalah lingkungan sempurna untuk melakukan hal ini. Kami bisa mengembangkan dan menguji AI yang lebih fleksibel dan lebih pintar.”

Iklan

Petinggi Twitter Pencinta Batik Mengundurkan Diri

Chief Operating Officer (COO) Twitter, Adam Bain, mengundurkan diri dari perusahaan mikroblog tersebut. Hal itu diketahui dari sebuah dokumen yang dilaporkan Twitter ke situs pemerintah AS pada 9 November kemarin.

Dokumen mengatakan bahwa sang eksekutif yang merupakan pencinta batik tersebut angkat kaki dari Twitter. Posisinya digantikan Chief Financial Officer, Anthony Noto, sebagaimana dikutip KompasTekno dari dokumen tersebut, Kamis (10/11/2016).

Dengan ini, Noto mengambil alih semua tanggung jawab sebagai COO sekaligus CFO secara bersamaan untuk sementara waktu. Tugasnya sebagai COO berkaitan dengan penjualan iklan global, data, pengembangan bisnis, kemitraan global, serta pendapatan produk.

Mengepalai dua kaki sekaligus, Twitter sadar bahwa Noto tak bakal fokus. Layanan berlogo burung biru itu mengatakan, posisi tetap Noto nantinya bakal jadi COO. Posisi CFO sendiri akan diisi orang baru yang masih dalam tahap pencarian.

oik yusuf/ kompas.com
Presiden Global Revenue Twitter Adam Bain ketika berbicara dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (29/8/2014)

Baca: Bos Baru Twitter Ternyata Penggemar Batik Indonesia

Bain belum siapkan sekoci

Selain dari dokumen Twitter, pengunduran diri Bain diketahui pula dari status Twitter-nya. Bain tak mengungkap apa rencananya setelah hengkang dari Twitter.

Status itu cuma mengindikasikan bahwa ia ingin membuktikan kebolehannya melakukan hal baru di luar Twitter.

10 Nov
adam bain @adambain
so…I have some news
Follow
adam bain @adambain
After 6 years and a once-in-a-lifetime run, I let Jack know that I am ready to change gears and do something new outside the company.
5:04 AM – 10 Nov 2016
415 415 Retweets 1,333 1,333 likes

Menurut sumber dalam, Bain mengatakan kepada jajaran pemimpin Twitter bahwa dia tak bakal bekerja di perusahaan kompetitor semacam Facebook. Bain, kata sumber itu, memang bakal memiliki “mainan baru”, tetapi tak buru-buru.

Bain agaknya masih mau mengambil jeda untuk istirahat, sebagaimana dilaporkan Cnet dan dihimpun KompasTekno.

Bain sendiri bergabung di Twitter sejak enam tahun lalu. Ia termasuk tim awal yang bergabung di perusahaan tersebut dan turut merasakan jatuh bangunnya perusahaan.

Kepergian Bain menjadi kehilangan besar bagi Twitter. Menurut sumber, ia adalah salah satu talenta paling bersinar di Twitter dan paling banyak disukai pegawai lainnya.

Pada pertengahan tahun lalu, Bain bahkan digadang-gadang sebagai kompetitor kuat Jack Dorsey untuk menjadi CEO menggantikan Dick Costolo. Bain sejatinya membuat kicauan panjang soal kepergiannya. Anda bisa mengeceknya di sini.

Tokopedia Stop Penjualan iPhone “BM”

Situs jual beli Tokopedia melarang penjualan empat seri smartphone Apple, yakni iPhone 6s, 6s Plus, 7, dan 7 Plus yang selama ini beredar sebagai produk black market atau BM, karena belum dijual secara resmi oleh Apple di Indonesia.

Pelarangan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepatuhan Tokopedia terhadap pemberitahuan resmi dari Kementerian Perdagangan Indonesia.

Produk-produk yang sudah terlanjur dijual di situs tersebut dinyatakan bakal atau sudah dihapus oleh pihak Tokopedia.

“Sesuai pemberitahuan resmi dari Kementerian Perdagangan Indonesia, produk iPhone 6s, 6s Plus, 7 dan 7 Plus kami hapus demi kenyamanan & keamanan pelaku usaha,” tulis pihak Tokopedia dalam pengumuman resmi di aplikasi Android.

Tokopedia
Pengumuman di aplikasi Android Tokopedia

Kamis (10/11/2016) sore, KompasTekno sempat melakukan pencarian keempat seri smartphone bikinan Apple tersebut di Tokopedia. Hasilnya nihil.

Baca: Aturan TKDN Lambat, Importir Ketinggalan Tiga Seri iPhone

Keempat produk tersebut sudah tidak terlihat lagi di layanan e-commerce itu. Akan tetapi, masih bisa ditemukan berbagai aksesori terkait smartphone berbasis iOS tersebut, seperti casing, charger, hingga kabel Lightning.

CEO Tokopedia, William Tanuwijaya membenarkan penghentian penjualan keempat jenis iPhone “Black Market” itu di layanannya.

“Benar, ada surat dari Kemendag. Kami harap ini (surat) tidak tebang pilih,” kata William saat dihubungi KompasTekno.

Bagaimana dengan situs belanja lain di Indonesia? Menurut pengamatan KompasTekno dari situs jual beli online besar seperti Lazada, BukaLapak dan JD.ID, stok keempat iPhone BM itu masih tersedia.

Hingga saat ini, iPhone 6s, 6s Plus, 7, dan 7 Plus memang belum dijual secara resmi di Indonesia. Apple diketahui terkendala peraturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) bagi smartphone 4G LTE.

Untuk memasarkan smartphone 4G secara resmi di Indonesia, produsen smartphone memang harus mematuhi aturan TKDN, yang di tahun 2016 ini ditetapkan sebesar 20 persen.

Baca: Kemenperin Resmikan Aturan TKDN Ponsel 4G

Aturan tersebut akan semakin ketat di tahun depan. Vendor yang ingin berjualan ponsel 4G di Indonesia mesti memenuhi syarat TKDN 30 persen per 1 Januari 2017.

Google Larang Vendor Android Modifikasi “Quick Charging”

Google mengeluarkan aturan baru bagi para vendor pembuat smartphone berbasis Android. Dalam aturan baru tersebut, vendor dilarang untuk memodifikasi fitur pengisian daya cepat (quick-charging) pada Android dengan USB Type-C. Apa alasannya?

Quick charging merupakan fitur yang berguna untuk mengisi daya dalam durasi yang lebih cepat dibandingkan ponsel yang tidak dilengkapi kemampuan ini. Misalnya, bila biasanya mengisi daya butuh waktu hingga 3-4 jam, fitur ini membuat baterai ponsel terisi penuh dalam waktu 2-3 jam.

Beberapa vendor menggunakan fitur ini untuk memikat pengguna. Apalagi mengingat baterai ponsel masa kini sudah dirancang menyatu dengan bodi sehingga tidak mungkin mengganti dengan baterai cadangan ketika daya sudah habis.

Namun, teknologi quick charging ini tidak memiliki standar tunggal. Para produsen, seperti Qualcomm, Oppo, MediaTek, memiliki versi masing-masing, yang seringkali tidak cocok untuk dipakai bersamaan dengan metode Power Delivery standar untuk USB Type-C. Hal inilah yang dipermasalahkan oleh Google.

Oleh karena itu, sebagaimana dilansir KompasTekno dari Slashgear, Kamis (10/11/2016), Google melarang pemakaian metode quick charging yang tidak sesuai standar Power Delivery pada USB Type-C. Hal ini diungkap dalam dokumen Android Compatibility Definition yang baru dirilisnya.

“Pada USB-C, sangat disarankan agar tidak memasang metode pengisian daya yang memodifikasi Vbus hingga lebih tinggi dari voltase awal, juga tidak disarankan mengubah fungsi sink/source. Pasalnya, perubahan tersebut bisa menyebabkan masalah pada perangkat atau charger yang mendukung metode USB Power Delivery,” tulis Google.

“Meskipun kami menyatakan tindakan tersebut sangat tidak disarankan, tapi ada kemungkinan bahwa kami akan meminta seluruh Android USB Type-C untuk mendukung interoperabilitas dengan charger standar tipe C,” imbuhnya.

Para produsen, seperti Qualcomm dan MediaTek, belum menunjukkan sikap yang jelas terhadap larangan tersebut.

Dokumen Android Compatibility Definition sendiri merupakan rujukan dan syarat yang diminta agar perangkat genggam bisa berjalan menggunakan sistem operasi Android.

Meski ada syarat demikian, Android tetaplah sebuah platform open source. Artinya masih ada kesempatan untuk melakukan modifikasi dan sejenisnya, tanpa menghiraukan larangan tersebut.

Peta Jalan “E-commerce” Indonesia Diumumkan, Ini Poin-poinnya

Pemerintah akhirnya resmi merilis peta jalan e-commerce Indonesia. Peta jalan ini merupakan upaya untuk mendorong nilai dan kualitas perdagangan online di Tanah Air.

Peta jalan tersebut rencananya akan dituangkan dalam bentuk Peraturan Presiden. Peraturan yang dimaksud saat ini belum diterbitkan. Namun pemerintah sudah mengumumkan delapan aspek yang tercakup di dalamnya.

Ke-delapan aspek peta jalan e-commerce itu adalah:

1. Pendanaan berupa: (1) KUR untuk tenant pengembang platform; (2) hibah untuk inkubator bisnis pendamping start-up; (3) dana USO untuk UMKM digital dan start-up e-commerce platform; (4) angel capital yang diperlukan ketika start-up masih merugi; (5) seed capital dari Bapak Angkat; dan (6) crowdfunding.

2. Perpajakan dalam bentuk: (1) pengurangan pajak bagi investor lokal yang investasi di start-up; (2) penyederhanaan izin/prosedur perpajakan bagi start-up e-commerce yang omzetnya di bawah Rp 4,8 Miliar/tahun; dan (3) persamaan perlakuan perpajakan sesama pengusaha e-commerce, baik asing maupun domestik.

3. Perlindungan Konsumen melalui: (1) harmonisasi regulasi menyangkut sertifikasi elektronik, proses akreditasi, kebijakan mekanisme pembayaran, perlindungan konsumen dan pelaku industri e-commerce, dan skema penyelesaian sengketa; dan (2) pengembangan national payment gateway secara bertahap.

4. Pendidikan dan SDM terdiri dari: (1) kampanye kesadaran e-commerce; (2) program inkubator nasional; (3) kurikulum e-commerce; dan (4) edukasi e-commerce kepada konsumen, pelaku, dan penegak hukum.

5. Logistik melalui: (1) pemanfaatan Sistem Logistik Nasional (Sislognas); (2) Revitalisasi, restrukturisasi dan modernisasi PT. Pos Indonesia (Persero) sebagai penyedia jasa pos nasional; (3) Pengembangan alih daya fasilitas logistik e-commerce dan (4) pengembangan logistik dari desa ke kota.

6. Infrastruktur komunikasi melalui pembangunan jaringan broadband.

7. Keamanan siber (cyber security) dengan menyusun model sistem pengawasan nasional dalam transaksi e-commerce dan mengembangkan kesadaran publik mengenai kejahatan dunia maya. Selain itu juga menyusun SOP terkait penyimpanan data konsumen dan sertifikasi keamanan data konsumen.

8. Pembentukan Manajemen Pelaksana yang secara sistematis dan terkoordinasi akan melakukan monitoring dan evaluasi implementasi peta jalan e-commerce.

Peta jalan e-commerce itu diumumkan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Darmin Nasution dengan didampingin Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara serta Sekretaris Kabinet Pramono Anung, pada Kamis (11/10/2016), di Istana Kepresidenan.

Harapannya, peta jalan ini membantu terwujudnya 1.000 technopreneurs dengan valuasi bisnis 10 miliar dollar AS atau sekitar Rp 131,7 triliun, serta mendongkrak nilai e-commerce Indonesia agar mencapai 130 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.713 triliun pada 2020.

“Selama ini kita memang belum memiliki peta jalan pengembangan e-commerce nasional yang menjadi acuan pemangku kepentingan, di samping adanya berbagai peraturan atau ketentuan yang tidak mendorong tumbuh kembangnya e-commerce,” ujar Darmin melalui keterangan resminya kepada KompasTekno.

Trump Menang, Bos Apple Kirim Surat kepada Karyawan

Pemilu Presiden Amerika Serikat (AS) yang dimenangi oleh Donald Trump memecah masyarakat jadi dua kubu saling berlawanan.

CEO Apple Tim Cook pun merasa perlu mengirimkan surat imbauan kepada para karyawannya agar menjaga persatuan pasca-kemenangan Trump, seorang pengusaha sekaligus bintang reality show yang sebelumnya dikenal kurang disukai oleh kalangan industri teknologi di Silicon Valley.

“Kami punya tim karyawan dengan latar belakang beragam, termasuk para pendukung kedua kandidat (presiden). Tak peduli kandidat mana yang kami dukung sebagai individu, satu-satunya cara untuk maju adalah dengan maju bersama,” tulis Cook dalam suratnya, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Buzzfeed, Kamis (10/11/2016).

Baca: Isi Memo CEO eBay kepada Karyawan Setelah Donald Trump Jadi Presiden

“Kalau Anda tak bisa terbang, maka larilah. Kalau tak bisa lari, jalanlah. Kalau tak bisa jalan, merangkaklah. Pokoknya apa pun yang bisa dilakukan untuk maju,” lanjut Cook, mengutip kata-kata Dr Martin Luther King, tokoh pergerakan kulit hitam di AS.

Cook tak menyebut nama Trump secara langsung, meskipun presiden terpilih itu berkali-kali menyinggung Apple selama kampanye.

Trump, antara lain, mengklaim bakal memboikot produk Apple karena tak mau membuka kunci iPhone milik teroris dan berniat memaksa pabrikan gadget itu memindahkan produksi perangkatnya dari China ke daratan AS.

Baca: Janji Kampanye Donald Trump, Menaikkan Harga iPhone

Cook sendiri dikenal dekat dengan rival Trump, Hillary Clinton, dari Partai Demokrat. Dia aktif berkampanye untuk Clinton, termasuk dengan menggalang dana dan berdiskusi bersama chairman kampanye Clinton, John Podesta.

Kemenangan Trump menimbulkan gelombang reaksi di Silicon Valley. Beberapa menyuarakan sikap keras, seperti venture capitalist Uber, Shervin Pishevar, yang menuntut kemerdekaan bagi negara bagian California lantaran tidak suka dengan Trump.

Baca: Trump Presiden AS, Silicon Valley Ingin Pisah dan Jadi Negara Sendiri

Akan halnya Cook, dalam suratnya yang diplomatis tersebut, sang Chief Executive menyarankan para pegawai supaya saling berkomunikasi apabila “merasa cemas”.

“Perusahaan kami terbuka untuk semua. Kami merayakan keberagaman tim kami di Amerika Serikat dan seluruh dunia, tak peduli seperti apa penampilan mereka, asal mereka, apa yang mereka sembah, atau siapa pun yang mereka cintai,” kata Cook.